Kapolres Tangsel

Kapolres Tangsel Tegaskan Disiplin, Cek Urine Tanpa Pengecualian

Kapolres Tangsel Victor Dicky Tjahjono Menegaskan Komitmennya Dalam Menjaga Disiplin Dan Integritas Internal Dengan Menggelar Tes Urine bagi seluruh personel tanpa pengecualian. Langkah ini di lakukan sebagai bentuk keseriusan institusi dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian, sekaligus memastikan setiap anggota tetap profesional dalam menjalankan tugasnya.

Tes urine tersebut di laksanakan secara mendadak dan menyasar seluruh jajaran, mulai dari perwira, bintara, hingga staf administrasi. Kapolres menekankan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun. Bahkan, ia turut menjalani pemeriksaan sebagai bentuk keteladanan dan transparansi di hadapan anggotanya. “Penegakan disiplin harus di mulai dari pimpinan. Semua wajib ikut, tanpa pengecualian,” tegasnya.

Kapolres Tangsel Wajibkan Tes Urine Ke Semua Anggota

Kegiatan ini di gelar di lingkungan Polres Tangerang Selatan dengan melibatkan tim medis dan pengawasan dari fungsi internal. Proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengambilan sampel hingga pencatatan hasil, guna memastikan tidak ada celah pelanggaran administrasi maupun manipulasi data.

Menurut Kapolres, penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi institusi penegak hukum. Aparat kepolisian memiliki tanggung jawab besar dalam memberantas peredaran narkotika di masyarakat. Oleh karena itu, anggota Polri harus bersih terlebih dahulu sebelum menegakkan hukum terhadap pelanggar. “Bagaimana kita bisa menindak tegas pelaku narkoba jika di internal masih ada yang terlibat? Ini soal komitmen moral,” ujarnya.

Tes urine mendadak ini juga menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal. Selain pemeriksaan berkala, Polres Tangsel akan terus melakukan langkah preventif melalui pembinaan, penyuluhan, dan pengawasan melekat di setiap satuan fungsi. Kapolres menyebutkan bahwa upaya pencegahan jauh lebih penting dibanding penindakan, meskipun sanksi tegas tetap akan dijatuhkan jika ditemukan pelanggaran.

Dalam arahannya, Kapolres mengingatkan seluruh personel bahwa disiplin bukan hanya soal kehadiran atau kepatuhan administratif, tetapi juga menyangkut integritas pribadi. Penyalahgunaan narkoba di nilai tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga mencederai nama baik institusi dan menggerus kepercayaan publik.

Respon Yang Positif Dari Beberapa Pihak

Langkah tegas ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat di Tangerang Selatan. Mereka menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk transparansi dan keseriusan Polri dalam melakukan pembenahan internal. Di tengah sorotan publik terhadap aparat penegak hukum, tindakan konkret seperti ini di nilai penting untuk menjaga legitimasi dan kredibilitas institusi.

Kapolres juga memastikan bahwa hasil tes urine di umumkan secara internal dan menjadi bahan evaluasi bersama. Jika di temukan anggota yang terbukti positif menggunakan narkoba, maka proses hukum dan kode etik akan langsung di berlakukan. Sanksi dapat berupa penempatan khusus, rehabilitasi, hingga pemberhentian tidak dengan hormat, tergantung tingkat pelanggaran.

Selain itu, ia menekankan pentingnya solidaritas dan saling mengingatkan di antara anggota. Budaya saling peduli di anggap sebagai salah satu benteng utama dalam mencegah penyimpangan. Setiap personel di minta tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya indikasi pelanggaran di lingkungan kerja, dengan jaminan perlindungan bagi pelapor.

Kesimpulan

Upaya menjaga kebersihan internal ini juga sejalan dengan program reformasi birokrasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menekankan transparansi dan akuntabilitas. Polres Tangsel berkomitmen menjadi bagian dari perubahan tersebut dengan membangun budaya kerja yang bersih dan profesional.

Kapolres menambahkan bahwa tantangan tugas kepolisian semakin kompleks, terutama di wilayah perkotaan seperti Tangerang Selatan yang memiliki dinamika sosial tinggi. Oleh sebab itu, kesiapan mental dan fisik anggota harus selalu terjaga. Penyalahgunaan narkoba, sekecil apa pun, di nilai dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan kinerja, bahkan membahayakan keselamatan dalam bertugas.